ongwifey's present
CAST:
KANG DANIEL
JUNG HANA (OC)
HWANG MINHYUN
Romance // Teenagers
***
POV JAE IN
Drtt~ Drtt~
Bunyi alarm ponsel ku berbunyi dengan keras. Nada dering IU - Ending Scene menghiasi gendang telingaku. Yaa memang benar IU adalah penyanyi favoritku namun aku tidak bangun dengan nanyiannya kali ini.
"Hana-ya bangunn," teriak eomma yang berusaha membangunkan ku.
"Hmm.. 5 menit lagi ya eommaa," aku memelas kepada eomma agar memberi waktu untuk bangun walaupun sebenarnya aku ingin berlama lama dengan kasur kesayanganku.
"Bangun atau eomma mengguyurmu dengan air dingin," ancam eommaku. Air dingin? Astaga ku paling benci dengan air dingin dan pernah sekali aku disiram air dingin oleh eomma sewaktu tidur. Apa kalian tau apa yang terjadi? Aku terkena flu selama 3 hari bayangkan 3 hari. Itu sangat mengganggu.
"Nee eomma," Aku terpaksa bangun karna aku tak mau badanku ini mati beku hanya karna disiram air dingin. Ku langsung pergi mandi dan bersiap siap pergi ke sekolah.
Sebelumnya perkenalkan nama ku Jung Hana. Aku bersekolah di sekolah yang terkenal di Seoul dan banyak orang yang sangat ingin masuk ke sekolah ini, salah satunya aku. Sekarang adalah tahun keduaku. Aku menjadi ketua kelas dan anak kesayangan guru guru. Tak heran jika guruku selalu menjadikan diriku sebagai panutan untuk semua orang.
Dan aku sangat tidak suka dengan orang yang bermasalah. Menurutku itu tidak ada untungnya, masuk ruang konseling dan ditegur guru berjam jam.
Apa
mereka tidak memikirkan kehidupannya dikemudian hari? Aku berusaha agar
tidak bermasalah dengan orang orang seperti itu. Maka dari itu, ku
selalu berhati hati dalam berteman dan menghindari dari yang namanya
"nakal".
"Eomma.. aku pergi," ku raih tasku dan pergi menuju sekolah. Dan tak lupa ku ambil sepotong roti yang sudah eomma siapkan untukku.
***
I can give you the world
neoman naegero ondamyeon
I can give you the world
neon malmanhae. mwodeun gane
da haejul tende Yeah
neoman naegero ondamyeon
I can give you the world
neon malmanhae. mwodeun gane
da haejul tende Yeah
Aku menunggu bus dan mendengarkan lagu milik Heize dan Dean menggunakan earphone perlahan ku mulai memajamkan mata menikmati lagu yang sedang diputar. Setelah menunggu 15 menit akhirnya bus yang aku tunggu datang.
Melihat isi bus yang padat, sesak dipenuhi oleh orang, ingin sekali mengurungkan niat untuk naik. Aku sangat benci dengan keramaian terutama pada bus, membuat kepalaku menjadi pusing. Tapi tidak ada waktu lagi untuk menunggu bus yang lain. Maka terpaksa aku harus naik. Lebih baik berdesak desakan dengan orang dibandingkan di tegur guru killer berjam jam.
Situasi yang padat, sangatlah sulit untuk bernafas. Orang orang yang pergi bekerja, sekolah semua ada disini. Ku berusaha berjalan melewati kerumunan orang. Tak jarang ku menyenggol orang orang dan meminta maaf. Kulihat sekeliling bus namun tak ada kursi kosong untuk diduduki, akhirnya ku tetap berdiri memegang tiang yang ada disampingku.
15 menit berlalu.
Tiba tiba, ku merasakan sesuatu bergerak di tubuhku, seseorang menyentuh pinggangku. Aku membulatkan mataku dan perasaan tak karuan muncul. Ingin rasanya ku menendang orang ini.
Ku beranikan diri untuk menengok ke arah samping, dan menemukan namja yang sepertinya seumuran denganku. Aku perhatikan dia dengan teliti. Bahu yang lebar, tinggi ideal, terlihat seperti idol. Tapi dia tidak terlihat mencurigakan. Aku memalingkan wajah ke arah yang lain dan menjauh dari namja itu.
Kedua kalinya, ada yang menyentuh pinggangku. Karna tidak ada namja lain selain dia, tanpa bepikir panjang, ku langsung.
"YAKKK BYUNTAEE~ Berani beraninya kau menyentuh ku," teriakanku terdengar oleh semua penumpang bus. Semua pandangan menuju ke arahku. Aku tak peduli.
"Apa!?" dia jawab apa? Apa!?!?
"Tak usah bohong kau, sudah jelas kau melakukannya,"
"Hey siapa yang-,"
"Jelas jelas kau yang menyentuh pinggangku, dasar byuntae," teriakku lagi.
Tak mau berlama lama di bus ku tekan tombol agar bus berhenti di tempat pemberhentian selanjutnya dan pergi dari bus.
Seharusnya aku tidak menaiki bus ini. Sudah penuh dengan banyak orang, dan namja tadi.. aishhh dasar byuntae.
Sial.
Aku harus jalan kaki ke sekolah.
***
Aku berjalan perlahan
melewati gerbang dengan sangat lesu. Berjalan sejauh 5 km tidaklah
mudah. Ini semua karna namja byuntae itu. Kaki kakiku terasa ingin
patah. Keringat muncul dari pelipisku.
Jika aku bertemu
dengannya lagi ku akan membanting dia ke tanah dengan seluruh tenagaku,
sampai tulangnya remuk. Tapi semoga aku tidak bertemu dengannya lagi,
karna dia hanya menambah masalah bagiku.
"Hana-yaa," teriak seseorang memanggil namaku.
Dengan mendengar suara teriakannya saja, ku tak perlu menoleh ke belakang. Karna ku tahu pemilik suara itu adalah teman sekelasku, Baek Ye Rim. Ia selalu saja meneriakiku. Dimanapun dan kapanpun.
Teman sekelasku yang sangat berisik jika mengenai berita hangat di sekolah. Walaupun begitu, Ye Rim adalah sahabatku yang selalu mengerti diriku.
Terdengar langkah Ye Rim menghampiriku.
"Hana-ya," sekali lagi ia menyapaku.
"Hmm.. wae?" tenagaku sudah habis untuk memikirkan kata kata membalas perkataan Ye Rim.
"Ada berita baru di sekolah inii.." seperti biasa Ye Rim sangat antusias dalam hal ini. Bisa dibilang kalau Ye Rim ini, Ms. Talkie di kelas ku. Semua orang pasti akan pergi menemui Ye Rim jika ada berita hangat.
"Berita apa?" sambil melangkah menuju kelas.
"Apa kau sudah tau? Ada murid pindahan.. Dan kata orang orang ia sangatlahhh tampann.. aku tidak sabar kenalan dengan dia," jelas Ye Rim panjang lebar.
"Aku tak peduli kalau dia tampan seperti idol, yang penting sekarang aku ingin cepat cepat ke kelas," jelasku
"Hmm.. ya sudah.. dasar yeoja kutu buku memang," aku menoleh ke arahnya dan menajamkan mataku, "Ehe.. Mian."
Kemudian, kami melewati gerombolan murid yang memadati koridor sekolah.
"Woahh... sepertinya murid pindahannya ada disana.. bye jae in aku kesana dulu," Ye Rim pergi menuju ruang guru.
"Hmm.." jawabku.
Kulihat sekilas ruang guru dipenuhi oleh para yeoja seakan ada pemberian makanan gratis. Banyak di antara mereka membawa balok kayu untuk dinaiki agar bisa melihat ke dalam ruang guru. Membuang buang waktu saja.
Ku hanya melihat dan pergi ke kelas.
***
Teng~ Teng~ Teng~
Bunyi bel memenuhi seluruh ruangan yang ada. Seluruh murid segera memasuki kelas masing masing seperti semua yang berkeliaran.
Aku langsung pergi menuju kursiku yang terletak di samping jendela. Terkadang jika merasa bosan, aku bisa melihat orang orang yang sedang olahraga di lapangan lewat jendela di sampingku.
Aku langsung mengeluarkan isi tasku kedalam meja.
"Psssssstt~ Hana-ya," Ye Rim memanggilku dari samping.
"Waee?" jawabku tanpa menoleh ke arahnya.
"Kau mau tahu tidak?" tanya Ye Rim begitu antusias seperti memenangkan jackpot.
"Kalau tidak? Bagaimana?" menoleh sekilas ke arah Ye Rim dan memalingkan wajah ke buku buku yang ku pegang.
"Aish.. ingin ku pukul rasanya," Ye Rim mengangkat dan mengepalkan tangan ke arahku.
"Ya sudah.. aku mau bilang kalau.." ia menarik napas dalam dalam, "murid pindahan itu.. SEKELAS DENGAN KITA," teriak Ye Rim membuat seisi kelas menoleh ke arahnya. Kecuali aku, sibuk mengeluarkan buku buku ke dalam meja.
Tiba tiba, Mr. Kim masuk ke kelas. Aku segera berdiri dan menginstruksikan untuk memberi hormat. Setelah itu aku duduk kembali. Seisi kelas mulai ribut terutama para yeoja terlihat sangat antusias. Ku palingkan wajahku ke arah jendela karna aku sudah malas dengan apa yang sedang di bicarakan.
"DIAM," Mr. Kim ini adalah guru matematika sekaligus wali kelasku yang sangat galak. Bahkan, yang nakal sekalipun tidak ada yang berani melawannya.
"Kau yang di luar bisa masuk ke dalam," Mr. Kim memanggil seseorang di luar.
Seorang namja masuk ke dalam kelas dan berdiri di samping Mr. Kim. Para yeoja kembali membuat keributan. Aku bisa mendengar apa yang dikatakan mereka.
"Tampan sekali.. aku harus kenalan sama dia," ujar salah satu yeoja di kelasku.
"Wahh.. sepertinya kita mendapat teman baru," Seong Woo berbisik ke Jae Hwan.
"Baik anak anak.. kali ini kalian mendapatkan teman baru dan ia akan bergabung di kelas kita," jelas Mr. Kim kepada kami semua.
"Annyeonghaseyo" sapanya, yang terdengar malas, "nama saya Kang Daniel."
'Tunggu.. Suaranya terasa tidak asing bagiku'. Aku langsung melihat ke arah namja itu dan langsung membulatkan mataku.
"BYUNTAE," teriakku menunjuk ke arah Daniel. Semua orang langsung melihat ke arahku termasuk Daniel.
Sadar menjadi pusat perhatian semua orang, aku tundukkan kepalaku dalam dalam. Pipiku mulai terasa hangat. Ia menatapku dengan tatapan tajam. Bagaimana bisa dia sekolah di sini? Bahkan sekelas denganku.
"Ya sudah.. Kau bisa duduk dibangku kosong yang ada di sana," ku lihat sekeliling kelas. Dan sialnya, bangku kosong itu terletak di belakangku.
Dia mulai berjalan ke arahku dan aku berusaha menghindari kontak mata dengan dia.
Aisshh..
Kenapa hari ini begitu sial.
***
*ongwifeyy's note*
haii semuanya /bow/
RIVAL adalah
cerita yang aku buat pertama kali, kritik dan saran dari kalian semua
yang baca cerita ini (pastinya) sangat ku nantikan buat menunjang cerita
ini menjadi lebih baik. Thank u so much >.<
SUKAK BGT. oennie, buat dong tapi pemeran utamanya GuanLin
BalasHapus